Bernie Sanders Bicara Soal Dunia Pendidikan di AS, Ada yang Pas Buat Kita…

Kritik calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, terhadap mutu pendidikan dan gaji guru di sana, menarik untuk disimak. Apalagi kondisinya mirip-mirip dengan yang ada di Indonesia.

“Jika kita percaya pada masa depan negeri ini, jika kita percaya pada anak-anak kita, maka kita harus percaya pada para pendidik kita,” kata Bernie saat tampil di acara town hall di New Hampshire yang difasilitasi jaringan televisi kabel CNN pada Jumat (7/3) malam waktu setempat.

Sekadar info, acara pertemuan di tengah kota atau town hall rutin diselenggarakan CNN. Para kandidat persiden AS yang tampil Jumat malam kemarin, antara lain Senator Bernie Sanders, Walikota Pete Buttigieg yang ambisi menjadi presiden gay pertama di AS, serta senator Amy Klobuchar. Satu per satu mereka tampil. Acara ini bertujuan untuk memberi kesempatan para capres menyampaikan visi-misinya.

Selain pemaparan visi-misi, acara juga dikemas dalam bentuk tanya-jawab. Sejumlah audiens yang sudah dipilih diminta melontarkan pertanyaan langsung kepada para calon. Para anchor CNN bergantian memandu acara yang berjalan maraton tersebut. Setiap kandidat tampil bergantian dengan durasi masing-masing selama sejam.

Sejumlah topik dibicarakan. Salah satu yang menarik adalah usulan Sanders untuk menaikkan gaji guru hingga minimal 60.000 dollar AS per tahun. Dia merasa prihatin terhadap minimnya kesejahteraan guru di sejumlah wilayah di AS. Sanders bahkan mengaku nyaris tak percaya masih ada guru bergaji kurang dari 29.000 dolar AS di New Hampshire.

Menurut Bernie masa depan bangsa amat bergantung pada mutu pendidikan dan kualitas guru. Dia yakin jika sekolah-sekolah negeri diajar para pendidik yang kompeten dan mumpuni niscaya masa depan bangsa akan baik. Solusinya, menurut Bernie antara lain dengan meningkatkan kesejahteraan para pendidik.

Senator Sanders usul gaji guru di AS seharusnya minimal 60.000 dollar AS per tahun (foto: townhall)

Bernie yang bagi sebagian warga Amerika dianggap sebagai mewakili kelompok ekstrim kiri, menyerukan ‘revolusi dalam pendidikan’, termasuk menaikkan gaji guru minimal 60.000 dollar AS per tahun. Sanders berjanji, jika dirinya terpilih menjadi presiden, dia akan meningkatkan anggaran tiga kali lipat bagi sekolah-sekolah di area yang secara ekonomi kurang menguntungkan. Sebab menurutnya: “seluruh sekolah negeri di Amerika harus mampu menyediakan kualitas pendidikan yang merata. Jadi, sekolah berkualitas bukan hanya tersedia untuk komunitas orang-orang kaya dan milik mereka yang berkontribusi pajak properti yang besar.”

Jika gaji guru besar, menurut Bernie, para mahasiswa terbaik dan tercerdas akan dengan bangga mengatakan, ‘Man, jika saya lusus, saya akan manjadi seorang guru, karena itu adalah pekerjaan terbaik dan paling penting yang tersedia. Saya ingin membawa dampak dalam karir kepada ratusan, bahkan ribuan anak-anak muda. Adakah yang lebih penting dari itu?’

Intinya, menurut Bernie perlu perubahan mendasar dalam menata sistem pendidikan di Amerika. Dia pun mengungkapkan sebuah ironi yang mengkontraskan fakta dimana negara mampu menyediakan dana hingga ratusan juta dollar AS bagi pemain basket berbakat, pemain bola dan baseball; tetapi di sisi lain, “masih ada guru yang menggunakan uang pribadinya untuk membeli kebutuhan sekolah, bahkan ada yang terpaksa meninggalkan profesi sebagai guru karena gajinya tidak cukup.”

Gaji guru di Indonesia memprihatinkan (foto: IDNtimes)

Keprihatinan Bernie relevan untuk kita renungkan. Faktanya, di sinipun, di banyak kasus, menjadi guru bukanlah panggilan jiwa melainkan karena tak ada pekerjaan lain atau yang bersangkutan gagal diterima di instansi yang diidamkan. Gaji guru kecil, demikian alasan yang sering kita dengar. Akibatnya etos kerja guru menjadi rendah. Bekerja sesuai ‘argo’. Dunia pendidikan pun diisi para guru yang tak kreatif, inovatif maupun adaptif terhadap perubahan.

Rin Hindryati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.