Perjalanan 17 Tahun Silam: Napak Tilas Bersama Pramoedya A Toer di Blora (Tulisan-enam/habis)

Jumat, 12 Desember 2003

Ini adalah hari terakhir kami di Blora. Bangun pagi, mandi dan bersiap kerja serba lebih awal. Kami berbagi tugas. Aku dan Has mewawancarai Pram di depan rumah soal rumah yang dibangun Pak Toer, masa kanak-kanak mereka di sana, dan yang lain. Rhein dan Amang menyiapkan setting wawancara dengan Bu Oemi. Continue reading

Perjalanan 17 Tahun Silam: Napak Tilas Bersama Pramoedya A Toer di Blora (Tulisan-lima)

Kamis, 11 Desember 2003

Kami bangun lebih cepat karena Rhein dan Amang akan selekasnya ke sekolah. Mandi dan sarapan serba kilat. Pukul 07.45 keduanya berangkat. Aku dan Has bertugas melobi Pak Coes dan Pram. Tak sulit bagi kami menjelaskan rencana ke Pak Coes karena orangnya memang kooperatif. Yang berat adalah menghadapi Pram. Sengaja kami tak memberitahu rencana ke dia kemarin. Continue reading

Perjalanan 17 Tahun Silam: Napak Tilas Bersama Pramoedya A Toer di Blora (Tulisan-empat)

Rabu, 10 Desember 2003

Pagi menjelang. Mata masih berat tapi kami harus bangun sebab tugas berat
dan paling menentukan menunggu. Di hati kami membesar harapan bahwa
Pram akan sudi kami ajak napak tilas melongok tempat-tempat bersejarah
bagi dirinya. Continue reading