Perjalanan 17 Tahun Silam: Napak Tilas Bersama Pramoedya A Toer di Blora (Tulisan-lima)

Kamis, 11 Desember 2003

Kami bangun lebih cepat karena Rhein dan Amang akan selekasnya ke sekolah. Mandi dan sarapan serba kilat. Pukul 07.45 keduanya berangkat. Aku dan Has bertugas melobi Pak Coes dan Pram. Tak sulit bagi kami menjelaskan rencana ke Pak Coes karena orangnya memang kooperatif. Yang berat adalah menghadapi Pram. Sengaja kami tak memberitahu rencana ke dia kemarin. Continue reading

Perjalanan 17 Tahun Silam: Napak Tilas Bersama Pramoedya A Toer di Blora (Tulisan-empat)

Rabu, 10 Desember 2003

Pagi menjelang. Mata masih berat tapi kami harus bangun sebab tugas berat
dan paling menentukan menunggu. Di hati kami membesar harapan bahwa
Pram akan sudi kami ajak napak tilas melongok tempat-tempat bersejarah
bagi dirinya. Continue reading

Perjalanan 17 Tahun Silam: Napak Tilas Bersama Pramoedya A Toer di Blora (Tulisan-tiga)

Selasa, 9 Desember 2003

Aku bangun pukul 07.00. Di luar hujan lebat; tampaknya terusan dari yang semalam. Pukul 09.00 kami sarapan di hotel sembari  membahas pembagian tugas. Aku dan Has akan belanja barang-barang keperluan selama tinggal di Jl. Sumbawa 40 nanti, sedangkan Rhein dan Amang langsung ke sana. Setelah berkemas kami check-out. Continue reading