Deskripsi Buku Dairi dalam Kilatan Sejarah

Penulis          : Flores Tanjung, Jansen Sinamo, P. Hasudungan Sirait, Sinto Rumahorbo, Lister Eva Siamangungsong, Lister Sari Bulan

ISBN               : 978-602-8800-35-8-s208

Cetakan         : I, Oktober 2010, xvi+208, 14,5 x 21 cm

Penerbit        : Alfabeta

 

 DAIRI, Dalam Kilatan Sejarah karya Flores Tanjung dkk., adalah buku yang pantas diberi apresiasi, karena mampu member gambaran historis Kabupaten Dairi dalam berbagai aspek kehidupan secara kronologis. Paparan historis bidang ekonomi, social, demografi, politik, pendidikan, disajikan dengan apik mulai dari masa tradisional, penjajahan, awal kemerdekaan sampai enampuluh lima tahun Indonesia merdeka. Sejarah adalah bahagian dari masa kini, sebab sosok yang terbangun saat ini merupakan produk dari proses dan dinamika masa lalu. Salah satu cara generasi kini dan generasi mendatang dapat memahami Dairi dengan membaca buku ini.

Membaca buku ini, terasa seolah-olah sedang duduk di sebuah kenderaan dari Medan menuju Sindikalang, menelusuri jalan berliku, memandang Danau Toba (Tao Silalahi) yang sangat indah, sampai memasuki hutan Lae Pondom dan tiba di Sumbul Pagagan, istirahat di Simpang tiga. Membelok kea rah Dolok Sanggul-Humbang Hasundutan, mengarah ke Parlilitan masuk ke Salak-Pakpak Bharat menuju kea rah Singkil – Aceh dan kembali ke Sindikalan, diteruskan sampai ke Parongil dan Sopobutar terus menuju Bunturaja membelok ke TIgalingga menuju Tanah Pinem. Paparan dalam buku ini member nuansa Dairi yang sebenarnya, termasuk pengungkapan peristiwa sejarah sejak zaman Similangilang, zaman Sintuara, zaman Sihaji, zaman Hindu sampai zaman Pemimpin.

 Penerawangan masa lalu melalui buku ini, mengingatkan saya kembali akan kondisi kehidupan di Dairi sekitar lima puluh tahun silam ketika masih mengikuti pendidikan Sekolah Dasar (SR) di Kabupaten ini. Transportasi antar kecamatan masih sangat sederhana, dan bahkan ada yang hanya bisa ditempuh harus dengan berjalann kaki. Pengangkutan barang hasil bumi dan kebutuhan pokok masyarakat masih mengandalkan kuda beban (hoda boban), penerangan listrik masih sangat langka, kondisi social lainnya, masih sangat tradisional. Saat ini akselerasi pembangunan sudah makin menggembirakan. Dahulu, jarak tempuh Sidikalang-Medan satu hari penuh, kini jarak tempuh hanya berkisar tiga jam. Dairi adalah Kabupaten agraris masa depan, dengan segala potensi pertanian yang dimiliki seperti dipaparkan dalam buku ini.

Membaca buku ini member inspirasi sekaligus meretas kecintaan dan kerinduan terhadap bumi Dairi-Tanah Pakpak. Tak kenal maka tak saying, sebuah peribahasa yang sangat popular, itulah yang terjadi manakala buku ini belum dibaca. Tentu saja pada edisi berikutnya akan ditambahkan paparan yang lebih komprehensif. Pemerintah Kabupaten Dairi pantas bergembira dan berbangga diri memiliki putra-putri Dairi yang member dukungan terhadap pembangunan melalui karya-karya mereka, termasuk buku DAIRI Dalam Kilatan Sejarah. (Prof. Dr. Belferik Manullang)

2 thoughts on “Deskripsi Buku Dairi dalam Kilatan Sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.