Deskripsi Buku Pram Melawan ! ; Dari Perkara Sex, Lekra, PKI sampai Proses Kreatif

Penulis                : P Hasudungan Sirait, Rin Hindrayati P, Rheinhardt

ISBN                     : 978-979-26-9036-1

Penerbit             : Nalar

Tahun Terbit    :  I, 2011,  xxxviii + 502   halaman

Kalau soal seks tahu belakangan aja. Baru sejak tahun ’53. Saya kan menderita rendah diri karena kekerasan ayah saya dulu. Nggak berani ngomong, nggak berani apa. Itu hilangnya tahun ’53 di negeri Belanda. Saya punya pacar Belanda, di Amsterdam. Oh, itu yang membebaskan saya dari perasaan minder. Jadi dapat pacar bangsa yang pernah menjajah saya. Ingat seks…. Lihat: dulu dia tuan saya, sekarang saya tidur bersama dia. Hilang itu perasaan minder. [Seks, Selingkuh]

Saya praktis mandiri biarpun menjadi anggota Lekra. Lagian bukan organisasi jahat Lekra kan. Di tuduh onderbow PKI nggak soal. PKI itu salh satu pemenang pemilihan umum kok. Punya wakil-wakil di parlemen! Terakhir beberapa menteri dari sana malah. Itu bukan organisasi jahat. Legal! [Lekra]

Ya…Soekarno. Belum ada yang sebesar Soekarno dari sekian presiden. LIhat Soekarno, wajah presiden indonesia yang seperti mercusuar, melancarkan perlawanan terhadap imperialisme. Dia mercusuar Asia-Afrika. Dengan dorongan dia asia -Afrika pada merdeka. Itu nggak ada yang bisa menandingi. [Presiden]

Ya, itulah: ironis! Yang membiayai pembangunan mesjid, gereja, vihara dan sebagainya itu biasanya para koruptor, supaya impas dosanya. Itu budaya, bukan politik. Karena itu bentuklah kekuatan angkatan muda yang kokoh. Korupsi itu sudah budaya indonesia. Dulunya namanya upeti, sekarang korupsi. Nah, korupsi itu sumbernya karena Indonesia nggak terdidik untuk berproduksi, hanya berkonsumsi aja. Pengalaman berproduksi itu yang membikin orang mempunyai karakter. Tanpa pengalaman produksi dalam kesulitan pasti korupsi. [Korupsi]

Jadi orang Indonesia bagian barat itu, menurut antropologi, Melayu Mongoloid karena berdarah Cina. Tandanya berdarah Cina sudah tahukan? Bayi itu kalau pantatnya biru, Jadi, kenapa musti begini. Padahal banyak kita mengambil peradaban Cina, bahkan orang tambak-tambak ikan seluruh Indonesia berguru pada Cina. [Hoakiau, Cina].

Lihat Resensi Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.