Jelas, Penelantaran Pusara Nahum Situmorang Merupakan Pelecehan Peradaban!

(Penggal ke-2)

Lagu ciptaan komponis raksasa Nahum Situmorang tak kurang dari 120 buah. Merupakan rekaman suasana zaman, themanya dengan sendirinya aneka betul; bukan cinta melulu seperti karya-karya produk ‘zaman now’. Pilihan kata (diksi) lariknya serba terpilih-bertata. Begitupun, kesan berat dan ‘mumet’ tak membayang setelah semuanya meluruh menjadi satu perkisahan utuh. Iramanya? Puspa! Mulai dari yang sendu hingga yang girang sungguh. Kalau saja mencipta dalam bingkai-wacana keindonesiaan, bukan kebataktobaan, Nahum tak bakal kalah dibanding Ismail Marzuki sekalipun. Continue reading